Jumat, 06 Desember 2013

si kecil Fajar









stress kerja - Manajemen Sumber daya manusia

KATA PENGANTAR

            Assalamualaikum Wr. Wb.
            Puji Syukur atas kehadiran Allah SWT. Yang telah memberikan segala kesehatan untuk saya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas pengganti ujian tengah semester. Juga sholawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW.
            Terimakasih juga saya sampaikan kepada Bapak Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE,. M.Si yang telah membimbing perkuliahan dengan baik. Juga berterimakasih kepada teman-teman yang banyak membantu juga menemani dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah ini diselesaikan dengan harapan dapat membantu memahami lebih detail mengenai stres kerja dan cara menghindarinya. Stres kerja merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh para karyawan, jadi sebelum terjadi alangkah lebih baik apabila mampu meminimalisir.
Sempurna adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dicapai, maka dari itu saya yakin makalah ini pastilah masih jauh dari itu. Apabila ada kritik saran membantu pastilah kami akan sangat senang menerimanya. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan yang disengaja ataupun tidak. Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.

                                                                                    Malang 12 April 2013

                                                                                                Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

            Salah satu masalah paling serius yang menimpa organisasi adalah masalah steres. Menurut Ray (1991) kepustakaan mengenai stres yang berkaitan dengan pekerjaan secara ajeg menunjukkan bahwa stres menimbulkan pengaruh yang merusak dan berbahaya bagi kesehatan jasmani dan rohani para pekerja. Heaney dan Van Ryn (1990) menjelaskan bahwa sttres okupasional berkaitan dengan efek jangka pendek seperti kecemasan kerja, ketegangan kerja, dan kepuasan kerja, dan efek jangka panjang seperti depresi, borok, penyakit kardiovaskular dan kematian.[1]
            Organisasi menaruh perhatian pada stres karena beberapa alasan. Organisasi benar-benar bertanggung jawab sebagian atas kenyataan bahwa mereka sungguh menciptakan sebagian dari stres ini. Mereka khawatir karena klaim asuransi atas penyakit yang berkaitan dengan stres telah menjadi pengeluaran utama bagi sebagian besar perusahaan. Selain itu jumlah klaim-klaim tersebut semakin meningkat. Stres secara langsung juga berdampak pada kinerja para pekerja dan kinerja organisasi secara keseluruhan.
            Stres digambarkan berada pada tingkat epidemik dan bukan hanya fenomena di amerika. Tujuh persen angkatan kerja di Finlandia diperkirakan mengalami stres berat. Biaya tinggi karena stres secara global semakin meningkat.[2]
            Pengalaman stres dalam kehidupan kerja dan kehidupan pribadi bukanlah hal yang baru. Nenek moyang kita menghadapi stres setiap kali mereka meninggalkan gua dan menghadapi musuh, harimau bergigi bak pedang. Harimau tersebut kini sudah punah, tapi mereka kini digantikan oleh predator lain yaitu kelebihan beban kerja, atasan yang crewet, masalah komputer, tenggat waktu, penurunan jumlah pegawai, merger, pekerjaan yang dirancang dengan buruk, ketidakharmonisan pernikahan, krisis keuangan dan tingkat perubahan yang cepat. Predator ditempat kerja dan diluar tempat kerja ini berinteraksi dan menciptakan stres bagi individu didalam maupun diluar pekerjaan.[3]

RUMUSAN MASALAH

*        Pengertian  dari stress
*        Akibat – akibat stress pada organisasi
*        Mengenali tanda – tanda stres pada karyawan
*        Strategi menghindari stress
*        Pentingnya motivasi guna menghindari stres

TUJUAN

            Pembuatan makalah ini bertujuan guna melengkapi tugas prasyarat UTS mata kuliah manajemen sumber daya manusia. Juga guna mengetahui sperti apa stres kerja dan menambah pemahaman bagaiman menghadapi stres kerja dan menjaga fikiran dalam keadaan sibuk kerja. Bagaimana pula memotivasi diri dalam bekerja sehingga tidak mengakibatkan stres yang berkelanjutan.



BAB II
PEMBAHASAN

*        PENGERTIAN STRES

Stres secara sederhana didefinisikan sebagai memburuknya keadaan emosi dan fisik dalam hidup. Stres bisa dianggap sebagai respon tubuh anda terhadap hidup anda sendiri.[4]
Stres memiliki banyak pengertian. Dari perspektif orang biasa, stres dapat digambarkan sebagai perasaan tegang, gelisah, atau khawatir. Secara ilmiah, semua perasaan ini merupakan manifestasi dari pengalaman stres, suatu respon terprogram yang kompleks untuk mempersepsikan ancaman yang dapat menimbulkan hasil positif maupun negatif. Istilah stres sendiri telah didefinisikan secara harfiah dalam berbagai literatur. Akan tetapi hampir semua definisi ini dapat ditemmpatkan kedalam dua kategori, stres dapat didefinisikan sebagai suatu stimulus atau suatu respon.
Definisi stres sebagai suatu stimulus menganggap stres sebagai sejumlah karakteristik atau peristiwa yang mungkin menghasilkan konsekuensi yang tidak beraturan. Dalam hal ini, definisi tersebut merupakan definisi teknik dan stres, dipinjam dari ilmu fisika. Dalam ilmu fisika stres merajuk dalam kekuatan luar yang diaplikasikan dalam suatu objek, sebagai contoh, sebuah balok penopang jembatan. Responnya adalah “tegangan”, yang merupakan dampak dari kekuatan tersebut terhadap balok penopang jembatan.
Dalam definisi stres sebagai suatu respon, stres dilihat secara sebagian sebagai suatu respon terhadap sejumlah stimulus, yang disebut stressor. Sebuah stressor merupakan peristiwa atau situasi eksternal yang secara potensial mengancam atau berbahaya. Akan tetapi, stres lebih dari hanya sekedar sebuah respon terhadap suatu stressor. Dalam definisi respon, stres merupakan konsekuensi dari interaksi antara suatu stimulus lingkungan (suatu stressor) dan respon individual. Ini berarti, stres merupakan situasi unik antara kondisi stimulus dalam lingkungan dan cara individu untuk merespon dengan cara tertentu. Dengan menggunakan definisi respons, stres akan didefinisikan sebagai  :
Stres juga dapat dipahami sebagai suatu respon adaptif, dimoderasi oleh perbedaan individu, yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan, situasi atau peristiwa dan yang menempatkan tuntutan khusus terhadap seseorang.[5]

Ada baiknya untuk memandang stres sebagai suatu respon yang dibuat seseorang dan untuk mengidentifikasikan kondisi stimulus (tindakan, situasi, peristiwa) sebagai stressor.
Dalam konteks definisi mengenai stres, penting untuk dipahami bahwa stres merupakan hasil yang diperoleh dalam menangani sesuatu yang memberikan tuntutan khusus kepada kita. Khusus disisni berarti tidak biasa, secara fisik atau psikologis berarti mengancam, atau serangkaian pengalaman yang ebrada diluar pengalaman kita yang biasa. Memulai tugas pekerjaan yang baru, pergantian atasan, mengalami ban kempis, tertinggal pesawat, membuat kesalahana ditempat kerja, mengadakan pertemuan evaluasi kerja dengan atasan, semua ini merupakan tindakan, situasi atau peristiwa yang memberikan tuntutan khusus untuk anda. Dalam hal ini, mereka semua adalah stressor potensial. Dikatakan potensial karebna tidak semua stressor akan selalu menempatkan tuntutan yang sama untuk semua orang.
Agar suatu tindakan, situasi, atau peristiwa dapat menghasilkan stres, hal tersebut harus dipersepsikan oleh individu sebagai sumber ancaman, tantangan, dan bahaya. Jika tidak terdapat konsekuensi yang dipersepsikan tersebut, baik atau buruk, tidak terdapat potensi untuk terjadi stres. Tiga faktor menentukan apakah suatu pengalaman akan menghasilkan stres. Ketiga faktor tersebut diantaranya kepentingan, ketidakpastian, dan durasi. Kepentingan dikaitkan dengan seberapa signifikan peristiwa tersebut bagi individu. Sebagai contoh, anggaplah anda sedang menghadapi PHK. Semakin signifikan PHK bagi anda, semakin PHK tersebut membuat anda stres. Jika anda berekspetasi bahwa PHK tersebut diikuti oleh suatu periode pengangguran yang cukup lama, anda mungkin akan menganggapnya sebagai peristiwa yang lebih penting daripada jika penerimaan kerja kembali pasti akan datang.
Ketidakpastian merujuk pada kurangnya kejelasan mengenai apa yang akan terjadi. Isu mengenai PHK yang akan terjadi mungkin akan menjadi hal; yang lebih menegangkan bagi beberapa orang, daripada mengetahui dengan pasti bahwa mereka akan diberhentikan. Setidaknya pada kasus yang terakhir, mereka dapat membuat rencana untuk menghadapi situasi yang akan terjadi. Sering kali “tidak mengetahui” menempatkan tuntutan yang lebih besar pada orang daripada yang “mengetahui”, bahkan jika hasil yang diketahui dianggap negatif.
Terakhir, durasi merupakan suatu faktor yang signifikan. Secara umum semakin lama tuntutan khusus tersebut ditempatkan kepada kita, situasi tersebut semakin menimbulakn stres. Sebuah tugas perusahaan yang tidak disukai yang hanya berlangsung selama satu sampai dua hari mungkin mengesalkan, tapi jika tugas yang sama berlangsung selama enam bulan, hal tersebut akan menjadi hal yang paling menyakitkan. Sebagian orang dapat bertahan melakukan aktivitas fisik yang menegangkan tanpa merasa lelah : akan tetapi cobalah panjangkan durasi, dan bahkan orang yang paling fit pun pasti akan merasa kelelahan. Hal yang sama juga berlaku bagi stressor. Stres untuk durasi yang singkat biasanya disebut sebagai sttres akut. Hal tersebut mungkin hanya terjadi selama beberapa detik, beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Stres yang berdurasi panjang terkadang disebut sebagai stres kronis. Stres kronis mungkin terjadi seklama beberapa bulan atau beberapa tahun. Hal tersebut merupakan tekanan yang melelahkan ada pekerjaan dimana seseorang tidak menemukan kepuasan dalam pekerjaannya, tuntutan konstan yang dibebankan oleh atasan yang tidak masukl akal, atau perjuangan tanpa akhir dalam pilihan karir seseorang.[6]

*        STRESSOR
Stresor adalah kondisi yang memicu stres pada orang, ada stresor kerja dan stresor bukan kerja. Selain itu, ada beberapa kategori yang berbeda pada masing-masing jenis stresor tersebut.
Orang yang berkelainan menghadapi stresor dengan cara yang berbeda pula. Dan, interpretasi orangf yang bersangkutanmerupakan kuncinya. Cara anda menanggapi dunia anda yang menentukan bagaimana anda bereaksi terhadap stres. Sesuatu yang membuat stres seseorang belum tentu membuat stres orang lain.

STRESSOR KERJA
Stressor kerja meliputi kategori sebagai berikut.
*      Tuntutan tugas
*      Tuntutan peran
*      Tuntutan hubungan antarpribadi
*      Tuntutan fisik
Tuntutan tugas berkisar pada pekerjaan itu sendiri yang meliputi perubahan dan ketidakpastian bagi para pekerja. Kalau orang mer5asa tidak punya kendali atas apa yang dikerjakannya, mereka mengalami stres. Terlalu banyak tuntutan, kesempatan kerja yang semakin sempit di masa depan, dan diperkenalkannya teknologi baru bisa menimbulkan stres. Contoh-contoh tuntutan tugas bisa berupa keharusan akan pengambilan keputusan yang cepat atau serius dengan konsekuensi besar.[7]

Pekerja yang punya sedikit sekali kendali atas pekerjaan mereka dan beban kerja yang berat lebih sering mengalami serangan jantung.


           
STRESSOR BUKAN KERJA
Tuntutan bukan kerja dapat mempengaruhi pekerjaan dan menyebabkan turunnya tingkat prestasi kerja. Para pekerja yang perasaannya tidak benar-benar meninggalkan rumah seperti berada ditengah-tengah pintu sewaktu sampai ditempat kerja. Tuntutan zaman sekarang bahkan lebih membuat stres pada para pekerja.
Dua diantara stressor bukan kerja yang paling utama diantaranya masalah pengasuhan anak dan orang tua yang manula. Istilah “generasi sandwich” digunakan untuk menyebut pekerja yang sekarang terjepit diantara orang tua mereka dan kebutuhan pengasuhan anak-anak mereka.
Memadukan tuntutan kerja dan bukan kerja penting sekali untuk mengurangi tingkat stres, dan penting sekali bagi prestasi kerja individu-individu di tempat kerja. Kesesuaian ini penting sekali. Semakin banyak organisasi mengetahui mereka memikul tanggung jawab dalam membantu para pekerja mereka menyeimbangkan masalah-masalah tersebut, karena hal itu berpengaruh langsung pada perusahaan.[8]

Konsekuensi individual dari stres
Ada dua jenis stres : eustres dan distres. Eustres adalah stres [positif yang menyebabkan meningkatnya kekuatan fisik. Mendapatkan kenaikan pangkat adalah contoh eustres. Distres merupakan stres negatif yang dapat menimbulkan masalah perilaku, masalah psikologis dan sakit jasmani. Distres ini bersifat disfungsional.
Orang membutuhkan sejumlah stres dalam hidupnya. Terlalu banyak atau terlalu sedikit stres mengakibatkan tingkah laku lamban dan kurang bersemangat dengan tingkat kinerja yang buruk. Setiap orang membutuhkan sejumlah stres agar dapat bekerja pada tingkat kinerja puncak. Ada dorongan energi pada tingkatan stres yang optimal.

Definition
Karoshi adalah istilah bahasa jepang yang artinya mati karena kebanyakan kerja. Ini merupakan contoh klasik distres kecanduan / kebanyakan kerja (workaholic)




STRESSOR

HASIL
Gambar 1.1[9]

Tingkat kelompok
· Perilaku manajerial
· Kurangnya kohesivitas
· Konflik intrakelompok
· Status tidak sesuai

Tingkat individu
· Konflik peran
· Kelbihan beban peran
· Ketidakjelasan peran
· Tanggung jawab atas orang
· Pelecehan
· Kecepatan perubahan

Nonpekerjaan
· Perawatan orang lanjut usia dan anak
· Ekonomi
· Kurangnya mobilitas
· Pekerjaan sukarela
· Kualitas kehidupan

Tingkat organisasi
· Budaya
· Teknologi
· Gaya manajemen
· Rancangan organisasi
· politik

Perilaku
· Kepuasan
· Kinerja
· Absen
· Perputaran pekerja
· Kecelakaan
· Penyalahgunaan obat
· Klaim perawatan kesehatan

Kognitif
· Pengambilan keputusan yang buruk
· Kurangnya konsentrasi
· Lupa
· Frustasi
· Apatis

Fisiologis
· Tekanan darah yang meningkat
· Sistem kekebalan
· Kolesterol tinggi
· Penyakit jantung koroner
· Sistem pencernaan

STRES
 




















                                                                                                                                                    


Penyakit psikologis akibat kerja menempati tempat teratas pada masalah kesehatan dewasa ini. Depresi dan stres berat bisa mengakibatkan berkurangnya efesiensi, hilangnya minat kerja dan kelelahan. Gangguan tidur telah menjadi masalah gawat yang langsung tidak langsung telah merugikan perusahaan.
Depresi menempati urutan kedua diantara penyakit yang melumpuhkan para pekerja. Sepuluh persen dari pekerja amerika menderita depresi klinis, dan jumlah ini diperkirakan akan naik.
Stres diperkirakan memainkan peranan 70% dari penyakit fisik. Penyakit terkait dengan stres diantaranya meliputi:
*        Penyakit jantung
*        Stroke
*        Bisul
*        Sakit kepala
*        Sakit punggung

Masalah perilaku seperti kekerasan, penyalahgunaan bahan-bahan terlarang, dan kecelakaan dapat merugikan individu, organisasi serta kinerjanya. Kekerasan bisa berupa konflik fisik dan konflik antarpribadi. Penggunaan bahan-bahan terlarang seperti mengonsumsi alkohol, tembakau, obat-obatan dengan resep, ataupun obat-obatan terlarang. Bila orang terlalu terobsesi atau bingung, kecelakaan juga bisa terjadi.
Orang merespon dengan sangat berbeda terhadap stresor. Sesuatu yang merupakan stresor pada satu orang yang belum tentu menjadi stresor bagi orang lain. Perbedaan individual mempunyai dampak pada respon kita terhadap stresor. Salah satu dari perbedaan yang terbesar yaitu kepribadian.[10]

Akibat-akibat stress pada organisasi
Bila anda dan organisasi anda gagal dalam mengelola stres, anda bisa mengalami keadaan sebagai berikut:
*     Semangat rendah
*     Tingginya tingkat ketidakpuasan pegawai
*     Komunikasi yang buruk
*     Pengambilan keputusan yang salah
*     Rendahnya produktivitas dan kualitas kerja
*     Menurunnya produktivitas peralatan
*     Hubungan dengan kolega yang buruk
*     Kemacetan kerja
*     Tingginya angka kecelakaan
*     Tingginya angka pergantian karyawan
*     Tingginya tingkat kelambanan
*     Tingginya angka absensi

Mengenali Tanda – Tanda Stres Pada Karyawan
Sebagai seorang manajer seharusnya waspada akan tanda – tanda stres pada bawahan. Salah satu indikator adalah perubahan perilaku. Beberapa dari banyak perubahan yang umum meliputi:
§  Seorang pekerja yang biasanya tepat waktu mengembangkan pola keterlambatan ( atau seorang pekerja yang biasanya dapat diandalkan mengembangkan pola absen ).
§  Seorang pekerja yang normalnya penggembira menjadi menarik diri ( atau yang jarang terjadi seorang penyendiri menjadi bergaul )
§  Seorang karyawan yang biasanya bekerja rapi dan teliti melakukan pekerjaan yang kotor, tidak lengkap, atau jorok.
§  Seorang pengambil keputusan yang baim tiba-tiba menjadi pengambil keputusan yang buruk ( atau tampak tidak mampu mengambil keputusan )
§  Seorang karyawan yang mudah bergaul dan cepat akur dengan yang lain mebnjadi cepat tersinggung dan tidak sopan.
§  Seorang karyawan yang biasanya berpenampilan rapi mengabaikan penampilannya.[11]

MANAJEMEN STRES
Manajemen stres preventif merupakan tanggung jawab bersama antara organisasi dan individu. Manajemen seperti ini bisa dianggap sebagai obat penccegah penyakit. Tiga tahap manajemen stres preventif pada organisasi maupun individu yaitu :
Р Tahap pertama      : pencegahan utama
Р Tahap kedua         : pencegahan sekunder
Р Tahap ketiga         : pencegahan tersier

Pencegahan Utama

Pencegahan utama yang dilakukan organisasi menitikberatkan pada usaha menghilangkan atau mengurangi sumber stres. Usaha ini mencangkup perencanaan ulang dan manajemen karier. Kedua usaha ini memperbaiki kendali individu atas pekerjaannya dan mengurangi ketidakpastian.
Pencegahan individual memusatkan perhatian pada cara anda mengelola stres. Pencegahan utama meliputi optimisme, manajemen waktu dan kegiatan rekreasi.  Dalam perjalanan waktu anda belajar berpikir optimis maupun pesimis. Anda harus belajar berpikir optimis dan memandang pengalaman buruk terjadi hanya sementara waktu saja agar punya harapan. Kalau anda berpandangan positif, biasanya anda akan banyak humoor dan lebih banyak tertawa. Kedua perilaku ini penting dalam menghadapi stres.

Orang-orang yang memiliki harga diri yang tinggi mempunyai respon yang lebih baik terhadap stres. Mereka yang mempunyai percaya diri tinggi cenderung lebih mudah dalam menghadapi stres dan punya keyakinan sehingga bisa menghadapi hambatan-hambatan dengan lebih mudah.
Belajar menggunakan waktu dengan efisien bisa mengurangi stres. Sebagian dari manajemen waktu diantaranya, belajar menulis hal-hal yang harus dikerjakan dalam setiap harinya. Hal-hal yang penting dan lebih baik harus diprioritaskan dalam daftar ini. Selain itu anda bisa beristirahat dan santai dari kerja dengan menghabiskan waktu dengan menikmati kegiatan rekreasi.[12]

Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder mencakup penyesuaian respon terhadap stresor. Salah satu contoh yang bagus dari pencegahan kedua ini yaitu pembentukan tim (team-building).
Pencegahan sekunder bisa berupa olahraga, latihan relaksasi dan berdiet. Berolahraga harus mencangkup latihan aerobic (membantu anda agar cepat pulih dari peristiwa yang membuat anda stres) dan latihan fleksibilitas (meregangkan otot untuk mengurangi ketegangan otot). Berolahraga juga cenderung membuat orang lebih percaya diri dan memperbaiki sikap batin mereka. Orang yang berolahraga juga cenderung tidak mudah sakit karena penyakit biasa dan bahkan lebih sedikit absen dari kerja. Berolahraga memperbaiki tekanan darah dan kolesterol dan bahkam memperbaiki elastisitas pembuluh darah.
Latihan relaksasi merupakan lawan dari respon stres. Relaksasi membuat orang lebih mampu beradaptasi dengan stres. Di tempat kerja, relaksasi mengarahkan segala perasaan dari liburan rutin ke istirahat total. Teknik relaksasi yang biasa dilakukan yaitu, pijatan pada otot dan pernafasan dada. Pernafasan dada, yaitu mengambil nafas panjang dan dalam. Latihan ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja untuk memperoleh efek yang menenangkan. Kunci dari relaksasi,  yaitu mencari tempat suasana yang tenang dan nyaman.

Pencegahan Tersier

Fokus dari pencegahan tersier ini, yaitu terapi untuk menyembuhkan gejala-gejala yang timbul. Organisasi bisa memberi bantuan melalui program bantuan untuk pegawai. Konseling bisa membantu menyembuhkan pengaruh stres.
Membuka diri dan mencari bantuan dari ahli merupakan bagian dari pencegahan tersier. Membuka diri berarti berbagi peristiwa penyebab stres dengan orang lain. Bahkan lebih membantu lagi bila anda berbagi pikiran dan perasaan dalam buku harian atau jurnal.
Bantuan ahli merupakan bantuan penyembuhan yang meliputi konsultasi dengan konselor ahli, psikiater atau bahkan bergabung dengan kelompok self-help yang profesional.

Program bantuan karyawan (employee assistance program [EAP] tersedia disebagian besar organisasi untuk merujuk karyawan kepada para ahli yang bisa membantu. Departmen sumber daya manusia bisa memberi rincian program tersebut kepada anda.

Program Pencegahan Stres
Program pencegahan stres disusun untuk mengurangi kesedihan. Tujuannya menjaga agar orang tetap bahagia dan sehat. Diharapkan program ini akan menghasilkan organisasi yang produktif.

Beberapa dari program pencegahan stres yang umum, diantaranya :
¥    Penetapan tujuan : program ini mengurangi ketidakjelasan dan memberi para karyawan sebagian kendali jika digunakan sebagai penetapan bersama.
¥    Negosiasi peran : dalam negosiasi peran, pengharapan diperjelas dan disesuaikan.
¥    Sistem dukungan sosial : program ini menitikberatkan pada pemeliharaan emosi dan timbal balik dari orang lain.

Dukungan sosial dapat diperoleh dari orang lain seperti kolega, supervisor, bawahan, pasangan hidup, orang tua, teman-teman, kelompok pendukung, klub sosial, asosiasi bisnis, dan dokter.
Penerapan tujuan bisa mengurangi tingkat stres dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan yang jelas. Terutama bila manajer dan karyawan bersama-sama menetapkan tujuan, maka ada persetujuan dan visi yang jelas tentang apa yang harus dicapai. Pada umumnya, tujuan tersebut juga mencangkup kerangka waktu untuk pencapaiannya.
Menegosiasikan peran dapat membantu mengurangi stres dengan menghilangkan sebagian ketidakjelasan. Negosiasi peran, yaitu mengidentifikasi pengharapan dengan jelas. Stres terkurangi bila anda tahu apa yang diharapkan orang lain (dan juga apa yang anda harapkan dari orang lain)

CARA MENGENALI STRES PADA ORANG LAIN

Penting sekali untuk dapat mengenali stres yang terjadi pada orang lain. Dengan semakin meningkatnya kekerasan ditempat kerja, penting sekali untuk dapat mengenali stres pada orang lain. Sebagai aturan dasar, cari adanya pereubahan dari keadaan normalbagi seorang individu.

Sementara beberapa orang mungkin menunjukkan stres dalam beberapa macam cara, beberapa dari tanda-tanda stres yaitu:[13]
®  Kelelahan dan tenaga yang lemah
®  Ketidakmampuan berkonsentrasi
®  Pertahanan yang lemah terhadap penyakit
®  Kecemasan
®  Gangguan makan kompulsif (ngemil)
®  Kebiasaan kerja yang berbeda
®  Sikap yang berubah-ubah (murung)
®  Perilaku yang bermusuhan
®  Kekerasan
®  Depresi
®  Gangguan jantung
®  Kekhawatiran yang kronis

Bagaimanapun banyak tanda stres yang tidak dapat terlihat oleh mata. Seperti tidak dapat melihat tekanan darah, detak jantung ataupun gangguan pencernaan.

Sebagai manajer, harus dapat mengelola stres dengan baik. Pertimbangan beberapa kiat umum dibawah ini dalam mengelola stres bagi diri anda dan orang lain.
»     Tinjau kembali beban kerja : menuntut terlalu banyak dari pegawai bisa menimbulkan stres dan akhirnya menurunkan tingkat prestasi.
»     Hilangkan dilema etika bila mungkin : kalau nilai-nilai dan etika pegawai jauh lebih sepadan dengan nilai-nilai dan etika anda, maka kemungkinan stres bisa dikurangi.
»     Ciptakan pekerjaan yang menarik bagi karyawan : pekerjaan yang rutin dan membosankan sering membuat stres.
»     Sadari bahwa stres berbeda bagi setiap orang : hanya karena keadaan tertentu tidak menyebabkan stres bagi atasan, tidak berarti keadaan tersebut tidak mengakibatkan stres pada bawahan. Amati tanda-tansda stres dan berpikiran terbukalah.
»     Sadari bahwa ada kehidupan (dan juga stresor) di luar pekerjaan : sebagian dari tanggung jawab manager, yaitu membantu para pegawai menyumbangkan masalah kerja dan bukan kerja (termasuk stresor). Stresor bukan kerja bisa mempengaruhi prestasi pegawai pada pekerjaan. Kebijakan yang mendukung keluarga (seperti jadwal yang luwes) meningkatkan kendali bagi para individu. Sebagai hasilnya, konflik yang dialami antara kerja dan keluarga semakin berkurang.
»     Libatkan karyawan dalam perubahan : ketidakpastian dan sesuatu yang tidak diketahui bisa menimbulkan stres. Melibatkan orang-orang dalam perubahan yang akan berdampak pada mereka bisa membantu mengurangi stres tersebut.
»     Dorong karyawan agar mempunyai gaya hidup yang lebih sehat : sekarang banyak organisasi di Amerika yang memberi insentif bagi karyawan agar menurunkan berat badan atau berhenti merokok. Semakin banyak pusat kebugaran dibangun ditempat kerja agar karyawan lebih sehat.
»     Beri contoh yang bagus : jadilah manajer yang teladan dalam pencegahan stres.
»    

Tidur siang sebentar (dikenal dengan istilah power napping) adalah cara baru yang sekarang ini banyak dipakai di oraganisasi di Amerika. Selain membantu mencegah kekurangan tidur pada banyak pegawai, power napping juga berfungsi sebagai metode relaksasi. Para karyawan juga kembali ke kantor mereka dengan keadaan lebih segar dan berfikir lebih jernih.
Tentukan tingkat stres optimal bagi setiap karyawan : setiap orang memerlukan stres, tapi tingkat stres optimal berbeda dari satu orang ke orang yang lain.
»     Pelajari tempat stressor : anda hanya bisa membantu mengatasi stressor yang anda ketahui keberadaannya. Ubah suasana dan lingkungan bila memungkinkan untuk menghilangkan stresor yang tidak diperlukan.
»     Kembangkan suasana yang mendukung : suasana yang tidak begitu formal lebih mendukung. Birokrasi yang formal dan kaku lebih cenderung menimbulkan lebih banyak stres.
»     Gunakan perencanaan karier : rencana aksi karier memungkinkan karyawan untuk mengetahui langkah mereka selanjutnya sehingga mengurangi ketidakpastian tentang masa depan yang bisa menyebabkan stres.[14]


KETERKAITAN ANTARA STRES KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA

Motivasi merupakan salah satu cara mencegah agar karyawan tidak mengalami stres kerja. Motivasi merupakan suatu bentuk kepedulian organisasi kepada karyawannya. Sehingga karyawan dapat merasa diakui dan giat bekerja tanpa harus mengalami stres.

Keamanan Kerja
Karyawan yang memiliki keamana kerja dapat menjadi lebih termotivasi untuk berkinerja dengan baik. Mereka kemungkinan kecil akan terganggu pekerjaannya karena berpikir untuk mencari pekerjaan yang lebih aman.
Contoh : ketika perekonomian AS yang melemah menurunkan permintaan akan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan AS, perusahaan –perusahaan ini tidak dapat mempertahankan seluruh karyawannya. Bahkan ketika perekonomian menguat, beberapa perusahaan ditekan utuk mengurangi karyawan guna menurunkan beban.
            Perusahaan dapat memberikan keamanan kerja yang lebih baik dengan melatih karyawan untuk menangani berbagai tugas sehingga mereka dapat ditugaskan kebagian lain jika posisi mereka sekarang tidak lagi dibutuhkan. Meskipun demikian, perusahaan kemungkinan tidak membuka lowongan kerja kemana karyawan tersebut ditugaskan kembali. Lebih lanjut, lowongan kerja tersebut mungkin jauh berbeda sehingga penugasan kembali menjadi tidak mungkin.
Jadwal Kerja yang Fleksibel
Metode lain untuk meningkatkan kepuasan kerja adalah dengan menerapkan  program yang memungkinkan jadwal kerja yang lebih fleksibel. Beberapa perusahaan telah melakuan eksperimen dengan minggu kerja yang padat, yaitu memadatkan beban kerja kedalam jumlah hari yang lebih sedikit perminggunya. Umumnya, minggunya kerja yeng terdiri dari 5 hari kerja dengan 8 jam kerja per hari dipadatkan menjadi 4 hari kerja dengan 10 jam kerja perhari. Tujuan utama dari jadwal ini adalah untuk memungkinkan karyawan memiliki tiga hari libur dalam seminggu. Ketika karyawan memperoleh jadwal kerja yang diinginkan , mereka menjadi lebih termotivasi untuk berkinerja dengan baik.
            Bentuk lain dari jadwal kerja yang fleksibel adalah berbagi pekerjaan dimanaa dua orang atau lebih berbagi jadwal kerja tertentu. Misalnya saja, suatu perusahaan yang membutuhkan karyawan yang bekerj a40 jam seminggu untuk bagian pengantaran dapat memperkerjakan 2 orang untuk berbagi posisi tersebut. Hal ini memungkinkan karyawan, untuk bekerja paruh waktu dan menunaikan kewajiban lainnya seperti sekolah, atau keluarga.
            Jadwal kerja yang fleksibel menjadi semakin populer, terutama untuk karyawan yang memiliki komitmen waktu tertentu yang melibatkan anak-anak mereka seperti datang kesekolah atau kegiatan sosial. Teknologi memungkinkan banyak karyawan untuk menghandiri kegiatan-kegiatan ini dan masih bisa menyelesaikan pekerjaannya tanpa harus berada di kantor. Misalnya, mereka dapat mengaksesdata atau informasi yang telah dimutakhirkan mengenai pekerjaanya melalui situs web bisnis khusus yang dapat diakses oleh karyawan. Mereka dapat memperoleh e-mail bisnis mereka dan dapat diteruskan alamat e-mail di rumah atau ke alamat lain yang sudah diakses sementara mereka berada jauh dari kantor. Mereka dapat membawa telpon seluler  untuk komunikasi yang diperlukan yang tidak dapat ditangani melalui e-mail. Teknologi juga memberikan lebih banyak waktu dengan keluarga kepada sebagian karyawan dengan memungkinkan mereka untuk tidak datang ke kantor  pada hari tertentu.
Telecomuniting
pendekatan terhadap tatanan kerja alternatif yang relatif baru. Memungkinkan karyawan menghabiskan sebagian waktu kerja mereka di luar kantor. Dengan menggunakan e-mail, internet, dan bentuk teknologi informasi.
Motivasi Dalam Perspektif Islam
            Agama Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja.
Rasulullah SAW bersabda: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.” Dalam ungkapan lain dikatakan juga, “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukslim yang lemah. Allah menyukai mukmin yang kuat bekerja.” Nyatanya kita kebanyakan bersikap dan bertingkah laku justru berlawanan dengan ungkapan-ungkapan tadi.
Begitu juga dalam hal sebuah organisasi atau perusahaan dalam menjaga kinerja para karyawan agar tetap semangat dan selalu produktif. Ada hak-hal yang diatur dalam agama tentang perlakuan terhadap nyawa dari organisasi ini.
Pengupahan yang Adil dan Layak
$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qèù÷rr& ÏŠqà)ãèø9$$Î/ 4 ôM¯=Ïmé& Nä3s9 èpyJŠÍku5 ÉO»yè÷RF{$# žwÎ) $tB 4n=÷FムöNä3øn=tæ uŽöxî Ìj?ÏtèC ÏøŠ¢Á9$# öNçFRr&ur îPããm 3 ¨bÎ) ©!$# ãNä3øts $tB ߃̍ムÇÊÈ  
 “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Maidah : 1)
Kemudian dalam sabda Rasulullah SAW :
“Berikanlah gaji kepada pekerja sebelum kering keringatnya, dan beritahukan ketentuan gajinya, terhadap apa yang dikerjakan”. (HR. Baihaqi).
Dari ayat Al-Qur’an dan hadits riwayat Baihaqi di atas, dapat diketahui bahwa prinsip utama keadilan terletak pada kejelasan aqad (transaksi)  dan komitmen melakukannya.  Aqad dalam perburuhan adalah aqad yang terjadi antara pekerja dengan pengusaha.  Artinya, sebelum pekerja dipekerjakan, harus jelas dahulu bagaimana upah yang akan diterima oleh pekerja. Upah tersebut meliputi besarnya upah dan tata cara pembayaran upah.  Khusus untuk cara pembayaran upah, Rasulullah bersabda :
“Dari Abdillah bin Umar, Rasulullah Saw. Bersabda: “Berikanlah upah orang upahan sebelum kering keringatnya“. (HR. Ibnu Majah dan Imam Thabrani)
Dalam menjelaskan hadits itu, Syeikh Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Pesan Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam, menjelaskan sebagai berikut :
Sesungguhnya seorang pekerja hanya berhak atas upahnya jika ia telah menunaikan pekerjaannya dengan semestinya dan sesuai dengan kesepakatan, karena umat Islam terikat dengan syarat-syarat antar mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.  Namun, jika ia membolos bekerja tanpa alasan yang benar atau sengaja menunaikannya dengan tidak semestinya, maka sepatutnya hal itu diperhitungkan atasnya (dipotong upahnya) karena setiap hak dibarengi dengan kewajiban.  Selama ia mendapatkan  upah  secara penuh, maka kewajibannya juga harus dipenuhi.  Sepatutnya hal ini dijelaskan secara detail dalam “peraturan kerja” yang menjelaskan masing-masing hak dan kewajiban kedua belah pihak.
Memperkuat Ukhuwah dan Hubungan Sosial
            Diantaranya menjaga hubungan erat antar anggota. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. :
“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan menzaliminya dan tidak akan membiarkannya binasa...” (HR. Muttafaq ‘alaih).
            Menjaga hubungan yang baik antar anggota akan menciptakan suasana keakraban dan kehangatan yang pada akhirnya mereka akan merasa nyaman bekerja di perusahaan. Dan pada akhirnya, mereka bekerja dengan bauk, penuh semangat, dan punya loyalitas yang tinngi
            Dalam Al-qur’an dijelaskan pula bahwa motivasi itu penting. Yaitu:
ô`tBur ß`|¡ômr& Zwöqs% `£JÏiB !%tæyŠ n<Î) «!$# Ÿ@ÏJtãur $[sÎ=»|¹ tA$s%ur ÓÍ_¯RÎ) z`ÏB tûüÏJÎ=ó¡ßJø9$# ÇÌÌÈ  
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
(Fushilat :33)
Dan dalam hadist juga dijelaskan: “Sampaikanlah walau satu ayat”. Ini menunjukkan pentingnya menyampaikan hal-hal yang bail. Karena kita tahu, bahwa perkataan yang baik akan membawa dampak psikis yang baik.
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#q=ÏtéB uŽÈµ¯»yèx© «!$# Ÿwur tök¤9$# tP#tptø:$# Ÿwur yôolù;$# Ÿwur yÍ´¯»n=s)ø9$# Iwur tûüÏiB!#uä |MøŠt7ø9$# tP#tptø:$# tbqäótGö6tƒ WxôÒsù `ÏiB öNÍkÍh5§ $ZRºuqôÊÍur 4 #sŒÎ)ur ÷Läêù=n=ym (#rߊ$sÜô¹$$sù 4 Ÿwur öNä3¨ZtB̍øgs ãb$t«oYx© BQöqs% br& öNà2r|¹ Ç`tã ÏÉfó¡yJø9$# ÏQ#tptø:$# br& (#rßtG÷ès? ¢ (#qçRur$yès?ur n?tã ÎhŽÉ9ø9$# 3uqø)­G9$#ur ( Ÿwur (#qçRur$yès? n?tã ÉOøOM}$# Èbºurôãèø9$#ur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# ߃Ïx© É>$s)Ïèø9$# ÇËÈ  
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Al-Maidah :2)
Meningkatkan Etos Kerja
Ethos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Ethos dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh, budaya serta sistem nilai yang diyakininya. Dari kata etos ini dikenal pula kata etika yang hamper mendekati pada pengertian akhlak atau nilai-nilai yang berkaitan dengan baik buruk moral sehingga dalam etos tersebut terkandung gairah atau semangat yang amat kuat untuk mengerjakan sesuati secara optimal lebih baik dan bahkan berupaya untuk mencapai kualitas kerja yang sesempurna mungkin.
ö@è% ÉQöqs)»tƒ (#qè=yJôã$# 4n?tã öNà6ÏGtR%s3tB ÎoTÎ) ×@ÏB$tã ( t$öq|¡sù šcqßJn=÷ès? `tB Ücqä3s? ¼çms9 èpt7É)»tã Í#¤$!$# 3 ¼çm¯RÎ) Ÿw ßxÎ=øÿムšcqßJÎ=»©à9$# ÇÊÌÎÈ  
Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat (pula). kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan. (Al-An’am 135)
Kerja dalam pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non-materi, intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniawian atau keakhiratan. Kamus besar bahasa Indonesia susunan WJS Poerdarminta mengemukakan bahwa kerja adalah perbuatan melakukan sesuatu. Pekerjaan adalah sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah. KH. Toto Tasmara mendefinisikan makan dan bekerja bagi seorang muslim adalah suatu upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan seluruh asset dan zikirnya untuk mengaktualisasikan atau menampakkan arti dirinya sebagai hamba Allah yang menundukkan dunia dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang terbaik atau dengan kata lain dapat juga dikatakan bahwa dengan bekerja manusia memanusiakan dirinya.
Lebih lanjut dikatakan bekerja adalah aktivitas dinamis dan mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu (jasmani dan rohani) dan di dalam mencapai tujuannya tersebut dia berupaya dengan penuh kesungguhan untuk mewujudkan prestasi yang optimal sebagai bukti pengabdian dirinya kepada Allah SWT.




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Stres secara sederhana didefinisikan sebagai memburuknya keadaan emosi dan fisik dalam hidup. Stres bisa dianggap sebagai respon tubuh anda terhadap hidup anda sendiri.
Stres memiliki banyak pengertian. Dari perspektif orang biasa, stres dapat digambarkan sebagai perasaan tegang, gelisah, atau khawatir. Secara ilmiah, semua perasaan ini merupakan manifestasi dari pengalaman stres, suatu respon terprogram yang kompleks untuk mempersepsikan ancaman yang dapat menimbulkan hasil positif maupun negatif. Istilah stres sendiri telah didefinisikan secara harfiah dalam berbagai literatur. Akan tetapi hampir semua definisi ini dapat ditemmpatkan kedalam dua kategori, stres dapat didefinisikan sebagai suatu stimulus atau suatu respon.
Definisi stres sebagai suatu stimulus menganggap stres sebagai sejumlah karakteristik atau peristiwa yang mungkin menghasilkan konsekuensi yang tidak beraturan. Dalam hal ini, definisi tersebut merupakan definisi teknik dan stres, dipinjam dari ilmu fisika. Dalam ilmu fisika stres merajuk dalam kekuatan luar yang diaplikasikan dalam suatu objek, sebagai contoh, sebuah balok penopang jembatan. Responnya adalah “tegangan”, yang merupakan dampak dari kekuatan tersebut terhadap balok penopang jembatan.








DAFTAR PUSTAKA

Buhler, Patricia. 2007, Management Skill. Alpha Teach Yourself : Jakarta
Dessler, Gary. 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Indeks : Jakarta
Pace, R.Wayne & Faules, Don F. 2002, Komunikasi Organisasi : Bandung
Schuler , Randall S & Jackson, Susan E. 1996, Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Gelora Aksara Pratama : Jakarta
Maslow, Abraham H. 1993, Motivasi dan Kepribadian. PT. Midas Surya Grafindo : Jakarta
Ivancevich, John M dkk. 2006, Perilaku dan Manajemen Organisasi. PT. Gelora Aksara Pratama : Jakarta
Al-Qur’an dan Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, Departemen Agama RI
Handoko Hani T., 2003. Manajemen ,Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.
Pierce Jon L, John W. Newstrom. 2005. The Manager’s Bookshelf, Edisi Kelima. Jakarta:  PT Intan Sejati Klaten.
Mannulang, M dkk. 2001. Manajemen  Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE
Flippo Edwin B. 1984. Manajemen Personalia, Edisi
Keenam. Jakarta : Erlangga







[1] R. Wayne Pace & Don F. Faules, Komunikasi Organisasi 2002. Hal.342
[2] Patricia Buhler, Management Skill2007. Hal 362
[3] John M. Ivancevich, Robert Konopaske & Michael T. Matteson. Perilaku dan Manajemen Organisasi 2006. Hal 294
[4] Patricia Buhler, Management Skill2007. Hal 363
[5] John M. Ivancevich, Robert Konopaske & Michael T. Matteson. Perilaku dan Manajemen Organisasi 2006. Hal 295
[6]John M. Ivancevich, Robert Konopaske & Michael T. Matteson. Perilaku dan Manajemen Organisasi 2006. Hal 295
[7] Patricia Buhler, Management Skill2007. Hal 364
[8] Patricia Buhler, Management Skill2007. Hal 365
[9] John M. Ivancevich, Robert Konopaske & Michael T. Matteson. Perilaku dan Manajemen Organisasi 2006. Hal 297
[10] Patricia Buhler, Management Skill2007. Hal 366
[11] John M. Ivancevich, Robert Konopaske & Michael T. Matteson. Perilaku dan Manajemen Organisasi 2006. Hal 299
[12] Patricia Buhler, Management Skill2007. Hal 368
[13] Patricia Buhler, Management Skill2007. Hal 372
[14] Patricia Buhler, Management Skill2007. Hal 374